Agar Siswa Kreatif

Semua guru menhendaki agar siswanya kreatif namun tidak semua guru mau menerapkan secara langsung di kelas. Kadang, guru berkomentar kalau siswanya tidak kreatif. Padahal, siswa tersebut dikondisikan untuk kreatif saja tidak. Inginnya, siswa kreatif dengan sendirinya, seperti hujan datang dari langit. Tentu, siswa tidak akan pernah dapat kreatif. Kreativitas tidak muncul begitu saja. Bila guru menginginkan siswa menjadi kreatif, peran aktif guru sangat dibutuhkan. Melalui berbagai cara sederhana, siswa pun dapat tumbuh menjadi orang yang kreatif sesuai harapan. Ketahuilah bahwa Kreativitas siswa dimulai sejak usia 2 tahun, karena pada usia tersebut kemampuan kognitif mereka sudah lebih berkembang dan alur berpikirnya sudah mulai jelas, sehingga berbagai kegiatan kreatif sudah mulai bisa dilakukan bersama mereka, apalagi di kelas. Kreativitas itu sendiri berbentuk kreativitas dalam berbagai bidang, mulai dari bidang seni hingga kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu dapat dirangsang melalui berbagai kegiatan bermain. Dari situ, bukan tidak mungkin bakat siswa terlihat sehingga guru bisa membantunya mengembangkan bakat tersebut. Untuk itu, berikut ini Tips yang perlu diketahui guru dalam rangka mendidik siswa menjadi kreatif: 1. Ciptakan Suasana Yang Bebas dan Menyenangkan. Kreativitas akan muncul jika siswa melakukan kegiatannya tanpa ada tekanan dari guru, misalnya banyaknya aturan-aturan yang harus diikut, atau guru yang terlalu banyak berkomentar. Dengan demikian siswa akan bebas untuk mencoba melakukan berbagai hal yang ia inginkan 2. Biasakan Memberi Pertanyaan Yang Membutuhkan Lebih Dari Satu Jawaban. Misalnya, saat mengajarkan siswa berhitung lebih baik pertanyaan: “Enam itu sama dengan angka berapa ditambah angka berapa?” daripada “Tiga tambah tiga sama dengan berapa?”. 3. Tanggapi Pertanyaan Siswa Dengan Serius. Tanggapilah semua pertanyaan yang diajukan siswa, tentunya dengan bahasa yang mudah ia pahami. Bila perlu carilah jawabannya dari berbagai sumber. 4. Berikan Penekanan Pada Proses Bukan Hasil. Hasil tidak terlalu penting. Jadi jangan mengharuskan siswa membuat sesuatu yang luar biasa atau bagus. Gunakan standar untuk siswa seusianya, bukan standar guru. 5. Jangan Terlalu Banyak Membantu. Ini adalah karya siswa, bukan guru. Jadi biarkan ia melakukannya sendiri dengan hasil yang tidak sama dengan persepsi guru. Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s